Gaffa Fadhlanul Rozaq, Siswa SMA Negeri 3 Painan Maju ke Tingkat Nasional

Gaffa Fadhlanul Rozaq, saat merakit roket ketika lomba, dan foto Kepala SMA Negeri 3 Painan, Rini Amelia (kanan) bersama Gaffa dan guru pembimbing, Indri Shovyana Putri, memperlihatkan piala dan roket hasil karyanya.(IST)

Ketekunan dan kedisiplinan merupakan modal utama yang harus dimiliki dan tidak bisa dikesampingkan oleh seseorang untuk meraih sebuah keberhasilan dan cita-cita. Namun hal itu juga seiring dengan dorongan dan motivasi dari orang-orang sekitar, agar inspirasi untuk menjadi orang yang sukses selalu ada di dalam diri.

Modal itu sepertinya juga dimiliki oleh Gaffa Fadhlanul Rozaq, siswa kelas XI F 3, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Sebab putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Syafrizal 60, dan Nurhaini 58, warga Painan Utara Painan itu, berhasil mengharumkan nama SMA Negeri 3 Painan melalui lomba Roket Air tingkat Sumbar yang digelar tanggal 9 September 2023 lalu di Asrama Haji Padang, oleh komunitas Labiaba Indonesia Langit Biru Anak Bangsa.

Berkat prestasi itu, sehingga dia diutus mengikuti perlombaan ke tingkat nasional bersama sembilan utusan lainnya dari beberapa kabupaten/kota di Sumbar.

Gaffa Fadhlanul Rozaq, ketika dihubungi Padang Ekspres Rabu (13/9) dengan didampingi guru pembimbing, Indri Shovyana Putri, di SMA Negeri 3 Painan, menjelaskan bahwa pada lomba Roket Air itu dia sukses meraih peringkat enam dari 153 peserta yang ikut di tingkat Sumbar.

“Berkat prestasi itu, sehingga saya mendapat tiket untuk maju ke tingkat nasional tahun 2023 ini bersama sembilan orang peserta lainnya. Namun untuk Pessel hanya saya satu-satunya,” kata Gaffa.

Dikatakannya bahwa dia memang memiliki hobi merakit dan merangkai alat-alat untuk dijadikan sebagai mainan yang mengasyikkan dari sejak kecil.

“Karena hobi itu pula, sehingga saya bercita-cita menjadi seorang Programer yang memiliki keahlian di bidang IT. Pilihan ini saya jatuhkan, karena saya memang suka merangkai dan merakit sesuatu agar menjadi barang berharga, sebagaimana lomba Roket Air yang saya ikuti minggu lalu itu,” jelasnya.

Hal itu dia ungkapkan karena barang bekas yang terdiri dari dua buah botol pet, infraboard, double tip, selotip, dan plastisin. Melalui rakitan yang dilakukannya berhasil menciptakan sebuah roket bertenaga air dan udara.

“Ini merupakan replika cikal bakal sebuah roket yang sesungguhnya. Bila dikembangkan sesuai dengan ilmu dan rumus yang diterapkan, maka akan menghasilkan karya besar dengan kecepatan dan ketepatan sasaran yang dijadikan sebagai objek bidikkan,” jelasnya.

Diterangkannya bahwa dari dua botol pet ukuran 160 gram yang dia rakit berbentuk sebuah roket itu, komposisi airnya sebanyak 350 ml.

“Dengan tekanan udara mencapai 45 PSI pada kemiringan 45 derajat, maka kekuatan jelajahnya mencapai 50 meter dengan akurasi titik sasaran 130 cm. Berkat capaian itu, sehingga hasil karya saya ini mampu meraih peringkat enam, dan sukses maju ke tingkat nasional tahun 2023 ini,” ucapnya.

Dia berharap dukungan dari semua, terutama sekali dari guru pembimbing agar bisa sukses di tingkat nasional nantinya.

Kepala SMA Negeri 3 Painan, Rini Amelia, ketika ditanya menjelaskan bahwa dia memang terus memberikan dorongan dan motivasi kepada siswanya bisa terus berprestasi sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni.

“Ini saya saya sampaikan karena SMA Negeri 3 Painan ini merupakan sekolah unggul di Pessel, dan Sumbar secara umumnya. Dorongan ini juga kita lakukan terhadap Gaffa Fadhlanul Rozaq yang saat ini tengah mempersiapkan diri di tingkat nasional untuk menuju ke tingkat Internasional di Negara Jepang nantinya,” jelas Rini.

Diungkapkan Rini Amelia bahwa untuk mengikuti lomba ke tingkat nasional itu, pihaknya memiliki dua guru pendamping jurusan fisika.

“Dua guru jurusan fisika itu diantaranya, Indri Shovyana Putri, dan Betta Centaury. Upaya ini kita lakukan agar sekolah ini juga unggul secara akademik melalui lomba yang diikuti. Sebab keunggulan secara akademik itu merupakan hal utama yang ingin kita capai, di samping juga keunggulan di bidang ekstrakurikuler yang juga kita ikuti,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, lomba Roket Air itu merupakan yang pertama kali digelar di Sumbar. Lomba itu digelar oleh komunitas Labiaba Indonesia Langit Biru Anak Bangsa bekerjasama dengan Ikatan Guru Penulis Penggiat Literasi (IGPPL) Kota Padang.

“Kompetisi Roket Air ini akan mengasah kreativitas dan berpikir kritis siswa dalam mengaplikasikan materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang telah mereka dipelajari untuk menciptakan sebuah alat. Jadi dalam lomba itu peserta juga harus mampu mendesain Roket Air agar tepat sasaran,” ucapnya.

Hal itu hanya akan bisa tercapai bila diawali dengan kemampuan siswa dalam melakukan analisa, kajian, perhitungan tekanan air dan udara terhadap kecepatan dan ketepatan roket.

“Dalam hal ini mereka memakai rumus gerak parabola agar dalam jarak tertentu benar-benar tepat sasaran. Intinya lomba ini juga bertujuan bagaimana siswa ini nantinya bisa menciptakan roket yang sesungguhnya,” tambah Rini lagi.

Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua siswa di sekolah itu untuk juga bisa berkompetisi secara akademik di tingkat nasional.

“Salah satunya saat ini yang juga berhasil di tingkat nasional dari sekolah ini adalah Nivia Permata Syafira. Saya katakan demikian, karena pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Bahasa Inggris yang digelar oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional (Puskanas) ini, dia sukses meraih medali emas. Dari itu saya juga menyampaikan selamat,” tutupnya.(yon)

About hengki

Check Also

Libel Ramadhan Raih Juara II Lomba Karya Inovasi Kecerdasan Artifisial

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh peserta didik SMA Negeri 3 Painan. Libel Ramadhan berhasil meraih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *